viernes, 29 de junio de 2007
Klangenan
Bakmi Jawa mbah Surip Bakmi Jawa khususnya bakmi godog (rebus), pakemnya terdiri dari irisan kol, sawi hijau, suwiran ayam, kekian-kekianan (seperti otak-otak tetapi lebih banyak tepungnya), dan sudah pasti mi kuning dengan kuah dari kaldu ayam kampung dan kopyokan (adukan) telur. Rasanya, gurih segar dan hangat. Porsinya cukupan tidak mengenyangkan. Biasanya penjual mi godog baru keluar malam hari. Mereka ada untuk melayani orang yang mau mat-matan alias santai kongkow di malam hari sambil ngobrol menyantap mi godog. Yogya sekali kesannya! Bakmi Jawa sebenarnya sudah banyak di seputar Jakarta. Namun, mencari yang mendekati kesan dan rasa aslinya memang perlu agak sedikit bersusah-susah. Sebab memang tak banyak populasinya. Salah satunya adalah Bakmi Jawa Mbah Surip yang ada di jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Posisinya, dekat dengan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Warungnya sederhana saja kurang lebih 4x6 meter saja luasnya dengan tempelan papan nama kecil “Bakmi Jawa mbah Surip” di atas pintu masuk. Ada dua gerobak kayu jati yang tergantung 2-3 ekor ayam yang menjadi ciri khas penjual bakmi godog. “Jika ingin mencicipi bakmi godog di sini, bersiap-siaplah untuk bersabar dan harus bersedia antri,”ujar Suripto(47) alias Mbah Surip empunya warung. Harap maklum, karena proses memasak mi godognya masih tradisional. Memakai anglo dengan bahan bakar arang kayu. “Cara memasak ini dipertahankan untuk menjaga keasliannya termasuk kesan dan rasa asli bakmi godog,”ucap Mbah Surip. Benar saja, bakmi godog yang mulai buka pukul 5 sore sampai pukul 12 malam ini pengunjungnya terus bergulir tak berhenti. Mbah Surip tidak memasak sendiri bakminya. Ada dua tukang masak yang melayani pelanggan. Minimal setiap tukang masak melayani 100 porsi semalam. “Tetapi untuk urusan resep bakunya tetap saya yang pegang,” ucap Mbah Surip. Bahkan karena sudah terlatih dan terbiasa dari mencium aroma masakan saja, Mbah Surip sudah bisa menerka masakan yang sedang dimasak itu kurang garam atau kelebihan garam. “Susah menerangkannya, tetapi saya bisa tahu,” begitu akunya. Menurut Mbah Surip, banyaknya pelanggan yang datang ke sini tak lepas dari informasi dari mulut ke mulut para pelanggannya sendiri. Mbah Surip sendiri tidak pernah berpromosi. “Kuncinya, mi godog yang dibuat harus benar-benar enak. Bahan yang dipakai harus benar-benar pilihan, seperti ayam harus ayam kampung, bakminya mi atom cap 3 ayam, kecapnya juga pilihan. Dan, tak lupa menjaga kebersihan, kenyamanan dan keramahan,”paparnya. Sekedar informasi, dalam sehari 15 ekor ayam kampung tewas dibunuh untuk dijadikan kaldu dan daging suwiran. Menu yang disajikan Mbah Surip tak hanya mi godog. Ada mi goreng, bihun godog, bihun goreng, nasi goreng, dan Magelangan (menu campur-campur, mi goreng, sedikit sayuran, plus nasi). Minuman khas nya, ada wedang ronde (seperti sekoteng). Untuk kisaran harga antara Rp 9000- Rp12000 per porsinya. Harga Rp 12000 untuk porsi spesial atau istimewa diantaranya bisa tambah kepala ayam, suwiran daging, sayap atau apa saja tergantung pesanan. Bakmi Jawa Mbah Surip tidak ada cabang. Tetapi ada dua warung yang memakai nama Mbah Surip. “Ya, mereka itu saudara kandung saya,” aku Mbah Surip. Diantaranya, ada di Jalan Kodam Bintaro di depan SMP Percontohan, penjualnya Tukiran kakak mbah Surip. Satu lagi lokasinya di Taman Jajan Bintaro Sektor 9, penjualnya adalah Wawan adik mbah Surip. “Soal rasa tak beda jauh, lah. Kalau mengenai kepuasan, saya serahkan pada penilaian pelanggan saja,” ujar Mbah Surip.InbokBakmi Jawa di tempat lain:1. Bakmi Jawa di Jl. Meruya Ilir di depan Indomart2. Restoran Bakmi Jawa di Jl. Pejompongan3. Restoran Cething di Jl. Gandaria 1 no. 57 A powered by performancing firefox
Suscribirse a:
Enviar comentarios (Atom)
No hay comentarios:
Publicar un comentario